Kamis, 25 Maret 2010

apa ku bilang...

tu kan.............
apa ku bilang...udah g usah suka suka lagi...
males banget lo kalo dah kayak gene.....ko bisa ya.....ketus banget g kayak kemaren....
aseeemm.......!!!!!!!!!!!!!!!
aku g suka ke adaan kayak gene........!!!!!!!!!!!!!!!!
dah ahhhh........bodo amat lah.......
apa karna ilfil ya...
pa karna sikap ku...???
pa karna tingkah ku...????
pa karna cara ku...!???
tu kan apa ku bilang...cuekin aja hal-hal yang kayak gitu....
ngapain gitu lo.....
mo kek dulu lagi ah....
tapi bisa g ya????
bisa lah????
tapi???piye?????????
huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu......
capeknya kek gene....
pengen istirhat bentar aja...
tapi g bisa mesti terus jalann....jalan...dan jalan......
ayooooooooooo tika jalan.......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
berdoa saja...
hayanya dia yang bisa nemeniku, ndenger cerita ku...lebih tau apa yang ada di diriku melebihi apa yang ku tau sendiri......

Rabu, 24 Maret 2010

awalnya....

Pernah melihat dia terdiam sebentar, menunduk…sekilas menatap nanar menerawang tak tau melihat apa???disana dia berusaha memendam ketakutanya, kesendirian dan kakunya…

pernah liat wajah nya tersenyum berusaha seolah-olah aku baik-baik saja…berusaha menunjukan kepada duni a kalau aku kuat…dia biasa tersenyum, tertawa…..ketika suatu hal yang menyadarkan ke tidak berdayaanya dia mulai tersentak dan terdiam….berlari mencari sepi dan menyudut mengusap air mata…berusaha kembali mendonggahkan kepala dengan senyum manis semanis manisnya…tak mau orang tau kalau dia rapuh dan lemah…tak mau orang tau kalau dia itu cengeng dan lunglai…

Pernah liat sikapnya yang cuek dan tak peduli, berusaha sekuat tenanga untuk tidak inggin…melenggoskan dagu dan menatap kedepan…

Sendiri dan berkata sendiri, kuat dan berkata biasa….

Tapi hidup nya itu indah…sangat indah…menarik, brwarna gelap dan abu-abu….dia bisa terbang seindah-indahnya untuk kebahagiaanya sendiri…memakai jubah pelanggi untuk menutupi luka yang sudah membusuk..selalu tertawa dan berkata-kata

Menulis rangkaian kata yang tak tau namanya apa…

apa ini cerpen,puisi,curhat,sajak syair pengumumana atau apalah namanya..

Jengah mendenggarkan pertanyaan –pertanyaan senada yang tak berirama…

Jangah melakukan hal-hal yang sama dan tak berwarna…

Menelan bulat-bulat rasa yang dia inggin rasa dan menggigit keras bosan yang slalu ada menemainya…

Benda petak hitam yang menjadi peluk kesayanganya…berusaha melimpahkan semua niat kedalamnya…jangan ganggu dia dan janggan ambil dia….

Ambil dia ketika dia sudah punya yang bias menggambil ini…

Terdiam, duduk tapi tetap menarikan jari-jari guna meluapkan rasa yang ada yang tak tau mesti lari kemana…melampiaskan dengan kepuasaan diri usai berdoa dan mengutarakanaan inggin..

Entah sopan atau tidak ketika seorang hambanya meminta kemudahan itu dengan sungguh dan berharap..

Enatah pantas atau tidak ketika hambanya meminta membukakan rasa orang yang dia pikirkan…

Syah kah ketiaka segala cara pernyataan dia lakuakan dengan tridak wajar…

Benarkan dia untuk memelihara rasanya di dalam kerangkeng malu dan gengsi…

Kenyataan membukakan mata nya ketika satu-satu terbuka maksud dari “keseriusan” yang mereka tawarkan dan kenyamanan yang mereka janjikan…

Satu…dua…tiga dan seterusnya menjanjikan hal yang sama dan sama….tapi…dia selamat berkali-kali dari lubang yang mereka namakan “cinta” yang menurutnya sampai saat ini masih “apa?”…
seakan akan di ingatkan berkali-kali…semuanya bermain…menggangap nya hanya sebagai bonus di permainan kacang-kacangan di pasar malam mungkin…

semuanya gampang….masih ada yang lain…bertopeng kumis yang seolah berkata-kata keseriusan…tapi ada mata dan senyum culas di baliknya….

Hati ku selalu menolongnya untuk berkata tidak……tapi kala itu hati ku bicara tapi tak di dengar oleh otaknya…dia berteriak-berteriak ini aneh…!!!! Tapi ia ngeyel dan bersikukuh sampai satu hal kuat yang bias benar-benar menyadarkanya…huffs….menghela nafas lagi dan berusaha baik-baik saja dan tak ada apa-apa….santaiiii……..

Tau kalau hatinya makin lemah…makin rapuh…tau kalau hatinya makin tak kuat…tau kalau semunya jadi makin munafik….tau kalau semunya jadi semakin jelas…..dia hanya berkata, bercerita padanya yang di atas…dia hanya punya dia yang di atas…dia hanya bias menduduk dan berteriak…sekenceng-kencengnya…..dala hati tapi….tau kenapa…biar semua berangap ini baik-baik saja….