Jumat, 11 Juli 2014

kamu

mari kita bercerita seolah-olah kita ada banyak
mari kita bercerita anggaplah ini antara aku dan kamu
mari kita bercerita seperti aku bertutur kepada mereka
mari kita bercerita mungkin hanya aku, pada hatiku sendiri

tentang masalah atau hanya sebuah cerita yang sebenarnya sudah basi
tak enak dimakan tapi tetap dipertahankan
sebenarnya telah usang tapi terus diusap agar terang

duduk, tapi tak diam
menanti janjinya untuk yang baik
aku tak ingin diam
tapi apakah kemudian aku harus berteriak

aku pernah berbisik
walau lirih tapi kamu tau
aku pernah berseru walau diam kamu menjawab
tak ada yang bisa kulakukan lagi kecuali merayu sang maha pemilik
hanya mengukir dalam hati bukan pahat kata
berseru keras dalam obrolan

sampai sekarang
apa yang aku cari ada padamu
apa yang ingin aku bangun manjadi kuat
aku akan terus membujuk sang besar
untuk mu padaku
akan kubawa sang kuasa merayumu
hingga kau tak bisa menolak

karna kemudian, ketika itu
tak ada yang akan memaksaku kepada yang tak aku mau
tak ada yang bisa merayuku hanya dengan hartanya
tak ada yang bisa menggodaku seolah-olah mereka tampan

ada banyak kata indah yang kurasa menjadi
berlebih ketika itu ikut kutuliskan
tapi sungguh
aku ingin menyempurnakan ibadahku
aku ingin membuang bagian sisi dosaku
menenangkan hatiku
menentramkan hidupku
membahagiakanmu
beribadah bersama mu
aku ingin kesurga tuhanku
aku sangat mencintai tuhanku
karna tuhanku
hatiku menunggumu

kamu tidak sempurna
tapi, saat ini..
hatiku memilihmu..
dan selama ini hatiku selalu berdialog
pada tuhaku
dan masih pada kamu..
semoga hati mu tidak angkuh
aku merayu tuhaku
karna cintaku pada tuhanku..
sungguh
aku tak merayumu
aku merayu tuhanku..
dan ketahuilah
tuhan maha membolak-balikan rasa




Kamis, 03 Juli 2014

aku ingin pulang

pernah mersa adaptasi yang tak sudah sudah
ingin pulang padahal dirumah sendiri
lalu kemana hendak ingin?
ingin pergi padalah tak ada jalan
lalu kemana arah maksud
dipenuhi oleh impian dan kesibukan
dipenuhi oleh memaklumkan dan penyamaan
masih saja
aku ingin pulang
seperti ada damai yang tertinggal
hilang...
kemudian aku tak tau
diamana damai tadi ku letakan
kemudian nanti..
aku kembali berlengok berjalan
biasa saja
seperti biasa
minim udara
berebut, aku tak bisa bernafas santai
minim penenrangan
aku tak bisa melihat dengan bahagia
kanapa aku rajin melantunkan keluhan
tak bosankah berbicara yang itu itu saja?
aku sendiri pun bosan menggambarkanya
itu itu saja..
hanya itu lagi..
aku tidur saja..