Kamis, 07 November 2013

dapur dan pasar

penantian berteman dengan perjuangan
perjuangan terlalu berat mungkin usaha lebih tepatnya
panjang dan tidak mudah
untuk sekedar berncana manuliskan di atas kertas
kemudian menyusun langkah
harus apa dan bagaimana
belanja,belanja
berbincang ngobrol
banggun sebelum subuh
dan tidur larut malam
tak usah dipedulikan
maksimalkan saja
sebisa tenaga
badan hanyalah badan manusia
pikiran hanyalah pikiran wanita
ditarik dan dipaksa
menjadi melebihi biasa
harus bisa dan terbiasa
angka dan angka
buat pening
tak ini yang paling realistis
dapur dan pasar
wanita pada dasarnya
terimakasih pada tuhan
meminjamkan kekuatan lebih
kesabaran banyak
keberanian luar biasa
dan tenaga yang panjang sangat panjang..
terimakasih tuhanku
tuhanku
terimakasih...