Rabu, 25 September 2013

ini dulu namanya buku kerja

kadang jadi malas menulis, niat banyak tapi lama terlaksana. February aku kembali kerumahku di Jogja, sebentar, lamayan la, memuaskan batin karna rindu semuanya. Buku ini masih ada dirumahku, rapi dirak buku diatas tivi kembung. ini dulu adalah buku kerjaku, sekarang jadi semacam dairy, aku suka membacanya lagi. dan aku suka saat-saat itu. terlihat buluk, karna dibawa kemana-mana tapi tak pernah lupa dimana. 

 
buku ini semua tentang
SKRIPSI 


dan 
KINE


semacam kenangan, tanda tanggan
seperi apalah
dari kawan-kawan rekan kerja







mencoba menyeimbakan hoby dan kwajiban
daripada terus ditanya
"kapan lulus?"
dan antisipasi pertanyaan
dan "kamu bisa apa?"
aku bisa lulus dan bisa bla bla bla..


namanya Masyrakat Film,kesengan kami "berkarya"
ngobrol, berbuat dan bersama




dan Produksi gambar bergerak
rencana berkompetisi


dan ternyata, dinyatakan BATAL oleh panitia
ketika malam puncak
haha...
belum rezeki


dan aku menjadi penanggung jawab umum 




merencanakan strategi memulai perang



hampir 3 kali berganti judul
karna iseng ternyara diterima, kemudian bingung
kemudian dosen pembimbing yang tidak menguasai materi
dan akhirnya judul standar
yang penting LULUS








dan aku 
pengidam penyakit
demam panggung parah
ini masih sedang sakit


disini pertamakali belajar
berteater
walau bukan teater karna sangat instan
tapi kami memberinya nama
KineTeaterMusik
kolaborasi ukm seni



dan tanggungan-tanggungan




 Afgi Syifa yang nulis itu



skripsiku ganti lagi
karna telah membuang banyak waktu oleh sebelumnya
tak mau yang berat



pagi samapi siang waktu ku untuk kewajiban
sore sampai malam aku dan tanggungjawabku


semacam "pengingat"
takut lupa atau menumpuk






dan kemudian aku lulus
dan kemudian aku kerja
namun kemudian aku masih di kine
sampai akhirnya kemudian aku pulang
harus pulang
untuk kemudian kembali ke jogja
lagi
kemudian hidup disana
amin
mimpi yang berani dituliskan karna berani menjadikanya nyata


Senin, 23 September 2013

aku adalah istimewa


sudah lama tak membaca, jadi mungkin kosa kata juga biasa
sudah lama tak berbicara jadi mungkin, tidak jelas dibaca
mulai membiasakan menulis dengan kesadaran akan dibaca
menjadi tidak leluasa
untuk berkata-kata dan bercerita
lebih privasi lebih menggembirakan
dibawah kesadaran akan disimak
seakan ditunggu oleh pengawas ujian
sehingga kata-kata akan menjadi batu
kaku dan diam

pernahkah kamu meminta dengan memaksa kepada emak mu?
untuk suatu yang kamu tagiskan
kamu berjuang untuk itu
dan tak pernah diberi
karna sebenarnya emak mu jauh lebih tau 
apa yang pantas diberikan padamu
walau mereka kadang tidak bilang "tidak"
dia mengisayaratkanya dengan isyaratnya
analoginya
aku meminta pada tuhanku untuk apa yang aku inginkan
merayu, menanggis, merenggek, berbuat
dan bernyanyi
tuhanku diam, tak pernah berkata tidak atau tunggulah
dia akan mengisyarakanya
maka manusia diam, dalam usahanya
hingga diyakinkan pada hatinya
itu adalah jawaban dari tuhanya

pernah merasakan keindahan doa
dan hadiah dari ibadah
buah dari kesabaran dan apapun yang pernah kamu indahkan
menjadi luar biasa atas kebesaranya
ceritaku beberapa tahun lalu 
saat itu, kadoku menumpuk
besar, berwarna
tak terhingga
ucapan syukurpun tak sebanding 
untuk semua itu
malu, untuk tidak patuh kepada yang maha memberikan
saat ini
fase berbalik kembali ke awal
menjadi ulat  bulu
bergerak dan memetakan akan bagaiman untuk kembali menjadi kupu-kupu
atas pengalaman
dan level yang meningkat
perjuangan menjadi lebih rumit
dan hadiah akan lebih luar biasa
yakin, dia maha adil

tentu
aku sangat istimewa