Kamis, 30 Mei 2013

di awalan deretan hurup


seperti biasanya..
kadang saya bingung akan menuliskan apa
di awalan deretan hurup ini
seperti ritual ibadah umat yang kurang taat
ada rasa rindu beribadah ketika lama tidak
ya, kurang lebih sama seperti itu
disini adalah kebebasanku untuk menuliskan apa saja dan tentang apapun
selama otak ku beradaptasi
ya, tulisanku seperti sampah
hanya mengeluh dan sedih
seperti orang tak beragama
tidak merasa ada yang paling berkuasa
dan sangat wajar manusia ingin pelampiasan
dan sangat wajar makhluk sedang tidak nyaman
dalam setiap sempit
secara sadar aku terus menjari jalan luas
dalam diam gelap
aku yakin aku bisa membuat hinggar
mungkin beberapa kawan yang secara tidak sengaca kuberi sampah
merasa tergangu, maap sampahnya tidak sengaja jatuh
atau bahkan, mungkin pada itu aku rasa tepat aku buang kepadamu..
berusaha menangkal prasaka buruk dan cibiran kasian mereka
dan secara lantang saya berkata "saya tidak peduli"
pertimbangan dan tujuanku mereka semua tidak tau
termasuk bapakku
hanya tuanku yang tau persis maksud dan mimpiku
mereka bilang "tidak berguna"
tapi aku bilang "lihat nanti"
tuan ku memberikan luangku untuk bersama bapaku dan ibuku
tuanku mengatur segalnya dengan bijak
aku tak pernah merasa aku tidak berguna
karna otaku tak pernah berhenti bekerja
dan hatiku tak pernah berhenti berdoa
aku mempunyai tuanku yang membuat aku kuat
tuanku bijak dan tak banyak omong
dia diam dan bertindak
aku merasa waktuku sebentar lagi
ulat bulu akan menjadi kupu-kupu
tuan ku mulai lunak
otak ku tak pernah berhenti bekerja begitu juga untuk memujamu tuanku
dan yakin ini adalah nyata dan bukan mimpi
yaa mungkin mimpi tapi kemudian nyata..
tuanku tak pernah mengecewakanku
mari tuanku..
kau berikanku kesempatan, dan jalan
aku ingin bermanfaat, tidak nyampah
aku ingin berbagi juga memberi
tidah lelah tidak henti
dicintai dan dirindukan
jadwalku...sebentar lagi..


Sabtu, 18 Mei 2013

janji mu indah



hari ini hujan
deras
rumahku bocor
bocor bertahun
bapakku punya anak laku yan kurang bagus inisiatifnya
jadi dibiarkan saja bocor
sampai plafon melepuh
hari ini bulan mei
hampir satu tahun
aku pulang
dan semakin buruk dalam keadaan
tapi belum tentu katanya
aku hanya punya dia tempaku leluasa bercerita
merengek
merajuk
menangis
dan kemudian berterimakasih
aku pernah mendengar
ketika hujan turun langit terbuja
dan doa manusia cepat terbang ke atas
aku ingin bertemu dengannya
kemudian bercerita lagi
tapi dia belum memanggil lagi dalam sore ini
tunggu
sebentar lagi..
hai...tuan...
kau telah menciptakan sumber air didalam mataku
muara itu sekarang sedang aktif
sering mengalir tanpa aku sadari
tuan..
seandainya aku bisa bertemu dengan mu sebentar
boleh kah aku meminjam dadamu sebentar
boleh kah aku meminta tanggan mu memberikan usapan penenang
dulu semasa sulitku tidak dekat dengan ibuku
ketika itu sering aku memanggil lirinya namanya...
tetapi, sekarang ibuku juga sedang susah tuan..
tak bisa aku memanggilnya untuk mengadukan hatiku padanya
aku pernah mendengar kata-kata
tuan akan memberikan situasi yang tidak enak
agar situasi menjadi lebih baik
secara tidak sengaja otaku ku menuliskan banyak kata-kata bertuah
disetiap pintu keluar
agar aku yakin
janji mu indah
pernah merasa dititik lemah
kemudian kuat
dan mati
kemudian hidup
sakit lalu sehat
mari kita menghibur diri
fase ini pernah kita jumpai sayang
tapi memang tidak seberat ini
tuan, aku boleh meminta
satu hal
kebahagian untuk orang yang ku panggil bapak dan ibu
itu saja cukup
tentang kebahagiaanku lupakan..
tak ada gunanya aku yang dasa dan mereka tidak rasa
sudah waktunya aku bisa menemui mu langsung..
sayang air ini tidak tumpah di sajadah mu..