hai malam
hujan..
yaa...
dan mari bercerita
lama tak bersuara
berkata lewat nada
tuns pada alat elektronik
kamu tau,ketika aku tak bersuara
seakaan semua baik saja
tapi sungguh
semua baik sajaa..
tentang bahagia setiap hari
tentang tawa dan waktu yang berjabat erat
tentang keringat dan makan
sungguh...sampai pada..
yang belum akhirnya...
sampai pada...dimanaa
yang pernah dibicarakan dilakukan
sampai dengan..yang diharapkan
membuat tersenyum
belum sampai
pada akhirnya..
kemampuan melukiskan kata memudar
tak banyak refrensi
atau karna aku terlalu bahagia
mungkin emosi menjadi setara
dengan rasa yang hampir pada sepertinya
tentang rezki kami..
ada banyak syukur slalu terlantun untuk kalian
anak anak ku,yang ku sebut begitu
tentang kalian teman
dan tentang kamu
yang perlahan kusimpan dalam riuh
agar terdengar agak gaduh
namun kamu tetap tak bersuara
takut berbuat salah
sehingga yang berkuasa tak jadi
memberikanya
mu...
untuk ku,,
selamanyaa
jaga semuanya..
tak ada yang lebih dari ini..
tuhan...
ingatkan hati ketika salah
maka
dan biar..
restu mu bersama kami
MONOLOG
Senin, 30 Maret 2015
Selasa, 23 Desember 2014
terimakasih
ada yang bermain sepuas hati tanpa seizinku
masuk dan membongkar seenak hatinya tanpa dia sadari pimtu tertutup
diam dan duduk tenang hati menantap
kadang hilang kemudian hadir kembali dengan dinggin yang sama
seperti menatap air dengan bisikan angin
aku tetap menontonya
biarkan dia bermain,
tidak berbahaya...
ujur hati pada hati
remeh..
dan benang tak kasat mata mengikat bayangmu
aku yang mengikatnya..
tangan menyakiti hatinya
terikat untuk hanya kutonton
dari pojokan deretan tulisan yang kau tulis di beberapa akunmu yang kupunya
hanya sekedar ingin memastikan "kamu baik"
bergulat pada keyakinan hati dan beberapa kebetulan
yang seperti direncanakan
dan berkali kali aku kalah..
kau tetap asik bermain
dan aku tetap memegang benang dimana kamu terikat
mencoba mencari berbagai spekulasi
berbicara kepada banyak hati
tentang hati yang kubiarkan terus berdoa untukmu
menurutku ini sudah tidak wajar
jiwaku sudah sakit
hatiku harus kubuka
terlalu penggap kau kubiarkan bermain didalam
terlalu bising namamu kusebut berkal-ikali dalam doaku
karna angin membawanya kembali ketelingaku ketika namamu kuteriakan
tidak ke kamu, atau tidak terbang kemudian hilang
aku tak tau kau hanya sebuah kerikil atau kau adalah burung
gambaran rasa yang kulukis dengan hurup sudah ku tulis dan kau baca
tak langsung kau jawab dengan "maaf dan tidak"
namun itu yang kau sinyalkan pada hatiku
dan ketika sabar dan sholat menjadi angin di ruang panas
hati masih berharap
tapi kamu tau
ini terlalu membuang buang waktu
dan jiwaku sakit..
dan aku salah...
dan mungkin ini menggangu mu..
biarkan hatiku menata ruangnya kembali
untuk menyiapkan tamu manis lainya yang akan berkunjung dengan pasti
sudah selayaknya hatiku terjaga dan dijaga
untuk semakin mencintai tuhanku
aku takut tuhanku marah
kemudian hatiku mati
kamu orang baik
silahkan pergi...
bantu hati menghapus namamu
aku sudah minta tuhanku menghapus namamu
tapi sepertinya harus kulakukan sendiri
dan kamu
harus membantuku
dan ketika sakitku sudah sembuh
aku akan menyapamu
kamu orang baik, ya...aku tak mengenalmu dengan baik
masih akan ku selipkan namamu dalam doaku
agar tuhan terus membuatmu baik..
terimakasih..
baik-baik la..
Senin, 06 Oktober 2014
malas
seperti kemudian bertemu kembali pada seperti
mungkin karna seperti memenuhi ungkapan dalam hidup
menjadi seperti batu
menjadi seperti soda
menjadi seperti coklat
kemudian seperti bosan pada kata seperti
kamu mengerti?
belum tentu juga kamu peduli
seperti bosan tapi enggan beranjak
seperti jenggah tapi betah
menciptakan beberapa dimensi untuk memanupulasi seperti
atau mungkin untuk menjadikan seprti sebuah kesenangan
terlalu keras yang malah melunak
terlalu padat yang kemudian kukosongkan sendiri
terlalu pemalas
terlalu manja
atau karna terlalu keras?
kamu terlalu angkuh
mungkin itu yang benar..
aku berhenti..
sebentar,bungkusan ku kuletakakn sebentar
biarkan mereka berlari
tak selamanya pecundang adalah pemenang
dan hari ini aku adalah pecundang
berkhianat pada rencana
berteman pada resah
resah yang tak penting
hdupku terlalu vertikal?
aku rasa tidak?
atau kusut?
mungki,atau tidak
teman berbicaraku hanya ada dalam hati
dan pikiran
tak berwujud walau seperti asap
dekat, kadang terasa seperti tembok
dan aku malas terus nulis
Jumat, 11 Juli 2014
kamu
mari kita bercerita seolah-olah kita ada banyak
mari kita bercerita anggaplah ini antara aku dan kamu
mari kita bercerita seperti aku bertutur kepada mereka
mari kita bercerita mungkin hanya aku, pada hatiku sendiri
tentang masalah atau hanya sebuah cerita yang sebenarnya sudah basi
tak enak dimakan tapi tetap dipertahankan
sebenarnya telah usang tapi terus diusap agar terang
duduk, tapi tak diam
menanti janjinya untuk yang baik
aku tak ingin diam
tapi apakah kemudian aku harus berteriak
aku pernah berbisik
walau lirih tapi kamu tau
aku pernah berseru walau diam kamu menjawab
tak ada yang bisa kulakukan lagi kecuali merayu sang maha pemilik
hanya mengukir dalam hati bukan pahat kata
berseru keras dalam obrolan
sampai sekarang
apa yang aku cari ada padamu
apa yang ingin aku bangun manjadi kuat
aku akan terus membujuk sang besar
untuk mu padaku
akan kubawa sang kuasa merayumu
hingga kau tak bisa menolak
karna kemudian, ketika itu
tak ada yang akan memaksaku kepada yang tak aku mau
tak ada yang bisa merayuku hanya dengan hartanya
tak ada yang bisa menggodaku seolah-olah mereka tampan
ada banyak kata indah yang kurasa menjadi
berlebih ketika itu ikut kutuliskan
tapi sungguh
aku ingin menyempurnakan ibadahku
aku ingin membuang bagian sisi dosaku
menenangkan hatiku
menentramkan hidupku
membahagiakanmu
beribadah bersama mu
aku ingin kesurga tuhanku
aku sangat mencintai tuhanku
karna tuhanku
hatiku menunggumu
kamu tidak sempurna
tapi, saat ini..
hatiku memilihmu..
dan selama ini hatiku selalu berdialog
pada tuhaku
dan masih pada kamu..
semoga hati mu tidak angkuh
aku merayu tuhaku
karna cintaku pada tuhanku..
sungguh
aku tak merayumu
aku merayu tuhanku..
dan ketahuilah
tuhan maha membolak-balikan rasa
mari kita bercerita anggaplah ini antara aku dan kamu
mari kita bercerita seperti aku bertutur kepada mereka
mari kita bercerita mungkin hanya aku, pada hatiku sendiri
tentang masalah atau hanya sebuah cerita yang sebenarnya sudah basi
tak enak dimakan tapi tetap dipertahankan
sebenarnya telah usang tapi terus diusap agar terang
duduk, tapi tak diam
menanti janjinya untuk yang baik
aku tak ingin diam
tapi apakah kemudian aku harus berteriak
aku pernah berbisik
walau lirih tapi kamu tau
aku pernah berseru walau diam kamu menjawab
tak ada yang bisa kulakukan lagi kecuali merayu sang maha pemilik
hanya mengukir dalam hati bukan pahat kata
berseru keras dalam obrolan
sampai sekarang
apa yang aku cari ada padamu
apa yang ingin aku bangun manjadi kuat
aku akan terus membujuk sang besar
untuk mu padaku
akan kubawa sang kuasa merayumu
hingga kau tak bisa menolak
karna kemudian, ketika itu
tak ada yang akan memaksaku kepada yang tak aku mau
tak ada yang bisa merayuku hanya dengan hartanya
tak ada yang bisa menggodaku seolah-olah mereka tampan
ada banyak kata indah yang kurasa menjadi
berlebih ketika itu ikut kutuliskan
tapi sungguh
aku ingin menyempurnakan ibadahku
aku ingin membuang bagian sisi dosaku
menenangkan hatiku
menentramkan hidupku
membahagiakanmu
beribadah bersama mu
aku ingin kesurga tuhanku
aku sangat mencintai tuhanku
karna tuhanku
hatiku menunggumu
kamu tidak sempurna
tapi, saat ini..
hatiku memilihmu..
dan selama ini hatiku selalu berdialog
pada tuhaku
dan masih pada kamu..
semoga hati mu tidak angkuh
aku merayu tuhaku
karna cintaku pada tuhanku..
sungguh
aku tak merayumu
aku merayu tuhanku..
dan ketahuilah
tuhan maha membolak-balikan rasa
Kamis, 03 Juli 2014
aku ingin pulang
pernah mersa adaptasi yang tak sudah sudah
ingin pulang padahal dirumah sendiri
lalu kemana hendak ingin?
ingin pergi padalah tak ada jalan
lalu kemana arah maksud
dipenuhi oleh impian dan kesibukan
dipenuhi oleh memaklumkan dan penyamaan
masih saja
aku ingin pulang
seperti ada damai yang tertinggal
hilang...
kemudian aku tak tau
diamana damai tadi ku letakan
kemudian nanti..
aku kembali berlengok berjalan
biasa saja
seperti biasa
minim udara
berebut, aku tak bisa bernafas santai
minim penenrangan
aku tak bisa melihat dengan bahagia
kanapa aku rajin melantunkan keluhan
tak bosankah berbicara yang itu itu saja?
aku sendiri pun bosan menggambarkanya
itu itu saja..
hanya itu lagi..
aku tidur saja..
ingin pulang padahal dirumah sendiri
lalu kemana hendak ingin?
ingin pergi padalah tak ada jalan
lalu kemana arah maksud
dipenuhi oleh impian dan kesibukan
dipenuhi oleh memaklumkan dan penyamaan
masih saja
aku ingin pulang
seperti ada damai yang tertinggal
hilang...
kemudian aku tak tau
diamana damai tadi ku letakan
kemudian nanti..
aku kembali berlengok berjalan
biasa saja
seperti biasa
minim udara
berebut, aku tak bisa bernafas santai
minim penenrangan
aku tak bisa melihat dengan bahagia
kanapa aku rajin melantunkan keluhan
tak bosankah berbicara yang itu itu saja?
aku sendiri pun bosan menggambarkanya
itu itu saja..
hanya itu lagi..
aku tidur saja..
Sabtu, 14 Juni 2014
keras dan tak berbentuk
sebenarnya saya belum kalah
hanya belum menang saja
kekhawatiran akan tekanan ini kenapa berlebihan
hai tuhan...
kau menciptakan aku begitu angkuh
kau membangun hatiku terlalu congkak
dan kau menjadikan rasa yang terlalu sombong
hendak kau bangun patung wanita besi kuat
kokoh dan kelam?
hendak kau bangun kekuatan kebal dari rasa sakit?
aku tak butuh pujian
yang kemudian mereka bilang aku kuat
aku tidak butuh tatap mata menatap dengan takjub
aku tidak butuh itu
hati ini akan menjadi sangat keras dan tak berbentuk
ketika terus kau pasang tameng baja
seperti anak kecil yang kemudian lari mencari ibunya ketika dia sakit atau sedih
bolehkah aku bertikah seprti itu
untuk ibuku tau aku takut dan sedih
tidak boleh..
ibuku tidak boleh tau kalo aku setakut ini dan sesakit ini
bapakku harus yakin aku bisa dengan mudah menapak
tanpa terpapah..
pada dasarnya aku berkata mengenai hal yang biasa, bukan luar biasa
hanya saja aku manusia cemen
takut dan cengeng..
untuk hal seprti ini, ratapan ini terlalu berlebihan
hidupku bukan sandiwara
hanya saja masa sedihku hanya akan bertahan dalam beberapa detik saja..
kemudian hilang
lalu datang lagi..
mungkin nanti akan ada fase dimana aku tidak bercerita pada benda cinptaan manusia ini lagi
dan bisakah aku untuk menjadi tidak soombong...
hanya belum menang saja
kekhawatiran akan tekanan ini kenapa berlebihan
hai tuhan...
kau menciptakan aku begitu angkuh
kau membangun hatiku terlalu congkak
dan kau menjadikan rasa yang terlalu sombong
hendak kau bangun patung wanita besi kuat
kokoh dan kelam?
hendak kau bangun kekuatan kebal dari rasa sakit?
aku tak butuh pujian
yang kemudian mereka bilang aku kuat
aku tidak butuh tatap mata menatap dengan takjub
aku tidak butuh itu
hati ini akan menjadi sangat keras dan tak berbentuk
ketika terus kau pasang tameng baja
seperti anak kecil yang kemudian lari mencari ibunya ketika dia sakit atau sedih
bolehkah aku bertikah seprti itu
untuk ibuku tau aku takut dan sedih
tidak boleh..
ibuku tidak boleh tau kalo aku setakut ini dan sesakit ini
bapakku harus yakin aku bisa dengan mudah menapak
tanpa terpapah..
pada dasarnya aku berkata mengenai hal yang biasa, bukan luar biasa
hanya saja aku manusia cemen
takut dan cengeng..
untuk hal seprti ini, ratapan ini terlalu berlebihan
hidupku bukan sandiwara
hanya saja masa sedihku hanya akan bertahan dalam beberapa detik saja..
kemudian hilang
lalu datang lagi..
mungkin nanti akan ada fase dimana aku tidak bercerita pada benda cinptaan manusia ini lagi
dan bisakah aku untuk menjadi tidak soombong...
Rabu, 11 Juni 2014
biasa saja lah...
kenapa harus selalu cari mua
pada siapa saja yang menurtmu poyensial
kenapa tidak mereka temukan sendiri pesona mu
atau kamu tidak punya pesona?
atau pesonamu redup oleh upaya mu yang nanggung
setengah setengah
biasa saja bisa...
membosankan dan heran ketika
sedih tidak jelas merasa paling berat
padahal hanya segitu
kemudian dia meluarsbiasakan hal yang biasa biasa saja..
sudahlah..
bersikaplah biasa saja..
jangan terlalu didtramatisir
toh kamu pernah berkata
"hidup ini bagai game, tingkatan lavel dan kesulitan terus
dan terus
ketika berhasil naik tingkat kesulitan
dan ketika kita tamat
tanda game baru datang
lalu terus?
kamu masih akan mendramatisir keadaanmu?
melebih-lebihkan catatan yang sudah ditulis sebelum kamu lahir>
kamu bisa menjai manuisa memalukan dan membosankan
sebentar lagi sepertinya
bisa kamu berhenti merenggek?
bisa kamu berhenti merayu?
bisa..pada manusia
tidak pada tuhan ku..
karna tuhanku tak pernah bosan mendengar renggekanku
karna dia mencintai tanggisanku
dan dia merindykan air mataku
dan analogi kasih sayang pada manusia dibalikanya
ketika merindu manusia tidak ingin air matanya
ketika menciatai harus tidak membuat nangis
mengkampanyekan semua kemampuan kepada
yang menurutmu potensial
kamu berkobar
dan dia...
biasa saja
seperti caleg gagal yang kemudian pulang kepala tertunduk
lalu, kembali berbalik dan berteriak
berulang-ulang
lagi dan lagi..
ini bisa diakatakan capek..
selamat tidur..
sekarang pukul -1.52 di ponselku
dan aku masih ditunjukan kasih sayang tuhanku
masih dikamarku dipulau jawa..
pada siapa saja yang menurtmu poyensial
kenapa tidak mereka temukan sendiri pesona mu
atau kamu tidak punya pesona?
atau pesonamu redup oleh upaya mu yang nanggung
setengah setengah
biasa saja bisa...
membosankan dan heran ketika
sedih tidak jelas merasa paling berat
padahal hanya segitu
kemudian dia meluarsbiasakan hal yang biasa biasa saja..
sudahlah..
bersikaplah biasa saja..
jangan terlalu didtramatisir
toh kamu pernah berkata
"hidup ini bagai game, tingkatan lavel dan kesulitan terus
dan terus
ketika berhasil naik tingkat kesulitan
dan ketika kita tamat
tanda game baru datang
lalu terus?
kamu masih akan mendramatisir keadaanmu?
melebih-lebihkan catatan yang sudah ditulis sebelum kamu lahir>
kamu bisa menjai manuisa memalukan dan membosankan
sebentar lagi sepertinya
bisa kamu berhenti merenggek?
bisa kamu berhenti merayu?
bisa..pada manusia
tidak pada tuhan ku..
karna tuhanku tak pernah bosan mendengar renggekanku
karna dia mencintai tanggisanku
dan dia merindykan air mataku
dan analogi kasih sayang pada manusia dibalikanya
ketika merindu manusia tidak ingin air matanya
ketika menciatai harus tidak membuat nangis
mengkampanyekan semua kemampuan kepada
yang menurutmu potensial
kamu berkobar
dan dia...
biasa saja
seperti caleg gagal yang kemudian pulang kepala tertunduk
lalu, kembali berbalik dan berteriak
berulang-ulang
lagi dan lagi..
ini bisa diakatakan capek..
selamat tidur..
sekarang pukul -1.52 di ponselku
dan aku masih ditunjukan kasih sayang tuhanku
masih dikamarku dipulau jawa..
Langganan:
Postingan (Atom)
