Sabtu, 18 Mei 2013
janji mu indah
hari ini hujan
deras
rumahku bocor
bocor bertahun
bapakku punya anak laku yan kurang bagus inisiatifnya
jadi dibiarkan saja bocor
sampai plafon melepuh
hari ini bulan mei
hampir satu tahun
aku pulang
dan semakin buruk dalam keadaan
tapi belum tentu katanya
aku hanya punya dia tempaku leluasa bercerita
merengek
merajuk
menangis
dan kemudian berterimakasih
aku pernah mendengar
ketika hujan turun langit terbuja
dan doa manusia cepat terbang ke atas
aku ingin bertemu dengannya
kemudian bercerita lagi
tapi dia belum memanggil lagi dalam sore ini
tunggu
sebentar lagi..
hai...tuan...
kau telah menciptakan sumber air didalam mataku
muara itu sekarang sedang aktif
sering mengalir tanpa aku sadari
tuan..
seandainya aku bisa bertemu dengan mu sebentar
boleh kah aku meminjam dadamu sebentar
boleh kah aku meminta tanggan mu memberikan usapan penenang
dulu semasa sulitku tidak dekat dengan ibuku
ketika itu sering aku memanggil lirinya namanya...
tetapi, sekarang ibuku juga sedang susah tuan..
tak bisa aku memanggilnya untuk mengadukan hatiku padanya
aku pernah mendengar kata-kata
tuan akan memberikan situasi yang tidak enak
agar situasi menjadi lebih baik
secara tidak sengaja otaku ku menuliskan banyak kata-kata bertuah
disetiap pintu keluar
agar aku yakin
janji mu indah
pernah merasa dititik lemah
kemudian kuat
dan mati
kemudian hidup
sakit lalu sehat
mari kita menghibur diri
fase ini pernah kita jumpai sayang
tapi memang tidak seberat ini
tuan, aku boleh meminta
satu hal
kebahagian untuk orang yang ku panggil bapak dan ibu
itu saja cukup
tentang kebahagiaanku lupakan..
tak ada gunanya aku yang dasa dan mereka tidak rasa
sudah waktunya aku bisa menemui mu langsung..
sayang air ini tidak tumpah di sajadah mu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar