Kamis, 03 Juni 2010

Bukan karena kebiasaan dan keadaan…tapi karna perasaan…

Ingin melukiskan hati tapi bingung hendak dituangkan kemana…

Ingin menyandarkan kepala tapi tak ada dinding kokoh tuk menopang…

Ingin bercerita tapi tak tau pada siapa…

Seandainya…seandainya dan seandainya…

Sekali lagi berada pada posisi tersudut, gelap dan pengap…

Bernapas saja susah apalagi untuk bercerita…

Satu, dua dan seterunya…

Kembali dengan hitungan-hitungan angka kesekian….

Lalu harus sampai ke berapa hitungan itu…

Tak ada yang mau tapi tetap harus mau

Tak ada yang tak bisa tapi mengapa tetap sulit…

Menjaring kemungkinan diantara ke munafikan

Menyulam angan angan di sela-sela harapan…

Dan menganyam kekuatan diantara semua sakit yang tersenyum karna kembali datang…

Hanya teman yang kembali menjadi pelampiasan

Hanya benda yang kembali diajak bercerita

Berharap seolah-olah mereka mengerti…

Suka dan menyukai…

Satu kata yang pernah ku ucapkan untuk tidak merangkulnya lagi…

Tapi tak bisa…semua rencana samapai sekarang masih terasa runyam…

Semua jalan masih terasa sepi…

Mungkin merka tau maksud hati ku..

Tapi mungkin juga mereka tak mau tau….

Mendengar cerita tentang semalam dia bersama dia…

Mendengar cerita tentang rival yang katanya sama….

Tidak enak…..

Walau bagaimana pun tetap terasa tidak enak…

Terlatih untuk tetap berdiri sendiri sambil tersenyum

Seperti manusia patung selamat datang di pintu-pintu masuk mall..

Berdiri dan tersenyum semanis mungkin pada siapa saja..

Entah dihiraukan atau tidak…

Rasanya tak karunan…bercampur aduk dari kesekian sudut rasa menjadi Satu yang masih sulit untuk dimengerti kenapa…

Harus ini ditinggalkan atau harus ini diperjuangkan…

Meraba kemungkinan dari setiap pertemuan…

Memahami makan dari setiap sentuhan…

Sepertinya sama saja…tak ada yang beda dan tak ada yang istimewa…

Ini merupakan ujian terberatku saat ini tentang perasaan…

Mengenai beberapa hal yang mempunyai title BODOH…

Ini sangat membosankan…

Bukan karena kebiasaan dan keadaan…tapi karna perasaan…

Kenapa juga harus bersedian terjebak kembali kelubang perasaan dengan judul yang sama…

Ini harus segera diselesaikan…tapi dengan apa????

Dan seperti apa???
berlari ke kiblat yang berbeda dan mencoba apa saja…

Artinya dia menyerah dari prinsip yang dimiliki….

Dari pandangan yan menopang…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar