terdiam untuk beberapa belas,puluhan,ratusan,ribuan detik diatas kursi kayu berwarna coklat dan bantalan sedikit empuk membantu nyaman di atasnya...
bersama teman yang sama niat awal dan sama tak terjalankan....
bersama benda kotak berotak cangih sebagai kawand terbaik...
di depanya tergeletak dua buah buku yang katanya buka kerja berwana biru bergaris hitam..
dan buku apa yang dia ketahuai berambar pilah pilah bambu hijau....
sedari tadi alunan lawas itu memperdengarkanya entah dari mana nada itu berasal...
untuk kali ini hanya pelampiasan kerinduan untuk merangkai beberapa hurup untuk beberapa kata dalam beberapa kalimatyang tersusun di bait baitnya yang dinamakan menulis....
keadaan perasaan hampir sama seperti beberapa jedah yang lalu hanya sedikit partikel nya yang berubah senyawa dan konflik dalam otak yang semakin merumit tentang membiasakan beberapa hal buruk dan rumit ke kehidupan yang sekarang
permintaan dari ke dua nyawa agung untuk memberikan mereka kembali ke sini dan permintaan mereka banyak untuk membawa mereka ke cita cita yang kami cita citakan....
masih susah dan meraba, masih sulit dan terjepit, masih susah dan tak kuasa....
belajar tertatih untuk seterusnya terbiasa terlatih...
memutar detik,menit,jam,hari dan seterusnya untuk di perguanakan sebaiknya,,,,,
titik tiik lelah masih kadang menyelinap perlahan masuk dalam...
untuk tak membiarkanya masuk tak mungkin karna sudah biasa dia singgah di sana....
masih kaku dan tak hangat untuk membicarakan tentang perasaan yang seperti warna itu berucap...
masih takut dan tak berani untuk menguatkan seseorang adam dalam pemikiran kecilnya..kembali kerikil kecil yang mungkin tidak sangat penting mengangu nyaman kaki ini untuk berjalan..berat kepala berusaha untuk terlihat biasa biasa saja...
berat pundak dan berusaha berjalan biasa orang normal itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar