Rabu, 11 Juni 2014

biasa saja lah...

kenapa harus selalu cari mua
pada siapa saja yang menurtmu poyensial
kenapa tidak mereka temukan sendiri pesona mu
atau kamu tidak punya pesona?
atau pesonamu redup oleh upaya mu yang nanggung
setengah setengah
biasa saja bisa...
membosankan dan heran ketika
sedih tidak jelas merasa paling berat
padahal hanya segitu
kemudian dia meluarsbiasakan hal yang biasa biasa saja..
sudahlah..
bersikaplah biasa saja..
jangan terlalu didtramatisir
toh kamu pernah berkata
"hidup ini bagai game, tingkatan lavel dan kesulitan terus
dan terus
ketika berhasil naik tingkat kesulitan
dan ketika kita tamat
tanda game baru datang
lalu terus?
kamu masih akan mendramatisir keadaanmu?
melebih-lebihkan catatan yang sudah ditulis sebelum kamu lahir>
kamu bisa menjai manuisa memalukan dan membosankan
sebentar lagi sepertinya
bisa kamu berhenti merenggek?
bisa kamu berhenti merayu?
bisa..pada manusia
tidak pada tuhan ku..
karna tuhanku tak pernah bosan mendengar renggekanku
karna dia mencintai tanggisanku
dan dia merindykan air mataku
dan analogi kasih sayang pada manusia dibalikanya
ketika merindu manusia tidak ingin air matanya
ketika menciatai harus tidak membuat nangis
mengkampanyekan semua kemampuan kepada
yang menurutmu potensial
kamu berkobar
dan dia...
biasa saja
seperti caleg gagal yang kemudian pulang kepala tertunduk
lalu, kembali berbalik dan berteriak
berulang-ulang
lagi dan lagi..
ini bisa diakatakan capek..
selamat tidur..
sekarang pukul -1.52 di ponselku
dan aku masih ditunjukan kasih sayang tuhanku
masih dikamarku dipulau jawa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar